3/12/2023

Apa yg harus dilakukan saat wawancara virtual?

Apakah Anda ingin wawancara video? Inilah rahasia sukses! Wawancara video, juga dikenal sebagai wawancara video dalam pekerjaan, telah ada selama bertahun-tahun. Praktik ini sangat efektif karena menghemat waktu dan biaya transportasi, baik untuk perekrut maupun kandidat.

Apakah Anda ingin wawancara video Inilah rahasia sukses!  Kiat wawancara video  Wawancara video, juga dikenal sebagai wawancara video dalam pekerjaan, telah ada selama bertahun-tahun. Praktik ini sangat efektif karena menghemat waktu dan biaya transportasi, baik untuk perekrut maupun kandidat.    Namun, tren ini baru terlihat peningkatan pesat sejak merebaknya pandemi Covid19. Konferensi video memiliki manfaat tambahan yaitu aman dari risiko penularan virus.    Saat ini, sekitar 60% perusahaan di dunia lebih memilih wawancara video jarak jauh dalam proses seleksi personel. Bagi para fresh graduate saat ini, kemungkinan besar akan melalui proses video interview saat mencari pekerjaan.    Apa itu prosedur wawancara video  Pada dasarnya, ada dua cara untuk melakukan wawancara video, yaitu    1. Wawancara langsung (wawancara video langsung)  Dalam hal ini, wawancara dilakukan secara real time melalui Internet menggunakan platform konferensi video seperti Zoom, Skype, dan Google Meet. Proses wawancara dilakukan seperti wawancara tatap muka biasa. Satu-satunya perbedaan adalah lokasi masing-masing sisi.    2. Wawancara pra-rekaman  Dalam hal ini, perekrut mengirimkan daftar data. Kandidat kemudian memberikan tanggapan dalam bentuk rekaman video yang kemudian dikirimkan ke perekrut. Perekrut biasanya menetapkan batasan panjang video, serta format dan ukuran file.    Bagi perekrut, wawancara pribadi paling efektif dalam mengukur kesediaan kandidat untuk menjawab pertanyaan secara spontan. Bahasa tubuh dan perilaku juga lebih jelas untuk dinilai. Di sisi lain, rekaman wawancara dapat menunjukkan seberapa terlibat dan komitmen kandidat dalam menyelesaikan tugas.    Kiat untuk wawancara video yang sukses  Tantangan yang dihadapi kandidat dalam kedua jenis wawancara video adalah sama, dan ada juga yang berbeda. Kiat-kiat berikut berguna untuk diingat saat melakukan semua jenis wawancara video.    1. Pilih lokasi yang tepat  Gagasan bahwa wawancara video dapat dilakukan di mana saja adalah salah. Sebaliknya, Anda harus pintar memilih tempat yang terlihat bersih dan layak. Hindari tempat-tempat di mana lalu lintas pejalan kaki, kebisingan, atau gangguan lain dapat mengganggu Anda. Jangan lupa gunakan meja dan kursi formal untuk menciptakan tampilan profesional.    2. Atur perangkat dengan rapi  siapkan semua yang Anda butuhkan; Alat, alat tulis, notebook, charger, air minum, dll. Susun semuanya dengan rapi di atas meja agar mudah diakses saat dibutuhkan, agar tidak mengganggu wawancara.    3. Pakaian yang pantas dan lengkap  Penampilan Anda dalam wawancara video sama pentingnya dengan penampilan Anda dalam wawancara tatap muka. Jadi, pastikan berpakaian dengan tepat dan rapi, dari ujung rambut sampai ujung kaki.    Meski video wawancara biasanya hanya memperlihatkan bagian dada dan wajah, namun seringkali pewawancara meminta kandidat untuk berdiri agar seluruh tubuhnya terlihat. Jangan sampai Anda memakai sarung tangan!    4. Perhatikan postur tubuh dan bahasa tubuh  Melakukan wawancara dari rumah bukan berarti Anda boleh berbaring. Posisi Anda harus duduk tegak dan diam. Sama seperti wawancara tradisional, bahkan dalam wawancara online, bahasa tubuh dan gerak tubuh Anda juga akan menjadi faktor penilaian.    5. Bicaralah secara langsung dan jelas  Cara bicara yang lugas dan jelas sangat efektif untuk membuat Anda terlihat persuasif dan mengesankan. Selain itu, cara ini juga bisa memprediksi kualitas audio digital yang terkadang kurang jelas.    Kiat tambahan untuk wawancara video langsung  Dua hal yang harus diperhatikan dalam wawancara video langsung adalah kegelisahan dan rintangan teknis. Sepele kedengarannya, kedua hal ini memiliki potensi besar untuk menjatuhkan Anda. Karena itu, tips berikut harus diperhatikan    1. Mengantisipasi masalah  Coba pikirkan, masalah apa yang bisa muncul dan merusak wawancara online Kemudian lihat cara pencegahannya dan solusinya jika hal ini terjadi di kemudian hari. Beberapa contoh masalah umum termasuk kehilangan koneksi internet, kesalahan perangkat, orang menggesek layar untuk masuk ke layar, dan suara yang tidak terduga dari luar.    2. Tes  Ajak teman atau keluarga untuk melakukan obrolan video menggunakan platform, perangkat, dan penyedia internet yang akan Anda gunakan nanti. Selain memastikan kualitas koneksi internet Anda, pastikan juga Anda tahu cara mengoperasikan platform tanpa masalah.    3. Waspada dengan modifikasi tak terduga  Peramalan tidak menjamin bahwa masalah tidak akan terjadi. Dalam situasi ini, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah meminta maaf kepada lawan bicara atas ketidaknyamanannya. Setelah itu, segera selesaikan masalah tersebut agar tidak membuang waktu Anda.    4. Tenang  Kebanyakan orang cenderung gugup selama wawancara video. Format yang lugas karena selain tidak memiliki kesempatan untuk mengulang, banyak potensi rintangan yang bisa tiba-tiba muncul dan membuat wawancara gagal.    Padahal, stres sendiri bisa menyebabkan otak gagap dan mengganggu bahasa tubuh. Coba atur nafas dan tenangkan pikiran karena wawancara belum dimulai agar kamu bisa mengontrol diri dengan maksimal.    Kiat tambahan untuk wawancara video yang direkam  Sekilas, wawancara video yang direkam cenderung lebih mudah karena ada banyak waktu untuk diulangi jika terjadi kesalahan. Namun, justru inilah tantangan terbesarnya. Tenggat waktu yang tepat adalah niat perekrut untuk melihat seberapa banyak upaya yang Anda lakukan untuk mengerjakan pekerjaan rumah Anda.    Kunci sukses proses wawancara video rekaman adalah meluangkan waktu Anda untuk menghasilkan konten dengan kualitas terbaik. Dari sini akan menjadi jelas kandidat mana yang serius dan bermotivasi tinggi dan mana yang melakukan pekerjaan sederhana.    Agar lebih spesifik, praktikkan tips berikut ini    1. Maksimalkan kualitas konten  Lokasi, pemandangan, pencahayaan, dan bahkan penampilan pribadi harus rapi dan menarik. Saat merekam, pastikan tidak ada gangguan seperti orang yang lewat, hewan peliharaan, atau suara dunia lain    berencana.    2. Persiapan naratif  Jangan berbicara secara spontan. Pastikan untuk menulis cerita Anda terlebih dahulu. Kami membacanya berulang kali. Pastikan kalimatnya ringkas tetapi fokus dan berbobot. Simpan transkrip Anda agar Anda dapat berbicara dengan lancar selama rekaman tanpa terganggu oleh jeda.    3. Hindari pengeditan yang berlebihan  Tidak diragukan lagi bahwa editing diperlukan untuk memoles rekaman dan membuatnya terlihat lebih sempurna. Namun, jangan sampai pengeditan membuat video Anda terlihat tidak wajar. Sebaiknya batasi pengeditan untuk memastikan video Anda terlihat lebih jelas dan rapi.    4. Periksa kembali videonya  Putar video Anda dengan berbagai perangkat keras dan perangkat lunak untuk memastikan semuanya bagus dan lancar. Perhatikan lagi persyaratan format dan panjang file agar tidak ketinggalan. Verifikasi video tidak boleh terlalu dekat dengan batas waktu, jadi Anda masih memiliki kesempatan untuk mengoreksi jika ada kekurangan.    Proses wawancara video tidak jauh berbeda dengan wawancara tatap muka biasa. Hanya saja, diperlukan penyetelan yang lebih detail agar semuanya berjalan lancar.    Meski terlihat sederhana, banyak orang gagal melakukan wawancara video karena menganggapnya terlalu serius, baik selama persiapan maupun saat pelaksanaan. Ini bisa menjadi kesempatan emas bagi Anda untuk menjadi kandidat yang luar biasa. Jadi, lakukan yang terbaik dengan wawancara video Anda!

Namun, tren ini baru terlihat peningkatan pesat sejak merebaknya pandemi Covid19. Konferensi video memiliki manfaat tambahan yaitu aman dari risiko penularan virus.

Saat ini, sekitar 60% perusahaan di dunia lebih memilih wawancara video jarak jauh dalam proses seleksi personel. Bagi para fresh graduate saat ini, kemungkinan besar akan melalui proses video interview saat mencari pekerjaan.

Apa itu prosedur wawancara video?

Pada dasarnya, ada dua cara untuk melakukan wawancara video, yaitu:

1. Wawancara langsung (wawancara video langsung)

Dalam hal ini, wawancara dilakukan secara real time melalui Internet menggunakan platform konferensi video seperti Zoom, Skype, dan Google Meet. Proses wawancara dilakukan seperti wawancara tatap muka biasa. Satu-satunya perbedaan adalah lokasi masing-masing sisi.

2. Wawancara pra-rekaman

Dalam hal ini, perekrut mengirimkan daftar data. Kandidat kemudian memberikan tanggapan dalam bentuk rekaman video yang kemudian dikirimkan ke perekrut. Perekrut biasanya menetapkan batasan panjang video, serta format dan ukuran file.

Bagi perekrut, wawancara pribadi paling efektif dalam mengukur kesediaan kandidat untuk menjawab pertanyaan secara spontan. Bahasa tubuh dan perilaku juga lebih jelas untuk dinilai. Di sisi lain, rekaman wawancara dapat menunjukkan seberapa terlibat dan komitmen kandidat dalam menyelesaikan tugas.

Kiat untuk wawancara video yang sukses

Tantangan yang dihadapi kandidat dalam kedua jenis wawancara video adalah sama, dan ada juga yang berbeda. Kiat-kiat berikut berguna untuk diingat saat melakukan semua jenis wawancara video.

1. Pilih lokasi yang tepat

Gagasan bahwa wawancara video dapat dilakukan di mana saja adalah salah. Sebaliknya, Anda harus pintar memilih tempat yang terlihat bersih dan layak. Hindari tempat-tempat di mana lalu lintas pejalan kaki, kebisingan, atau gangguan lain dapat mengganggu Anda. Jangan lupa gunakan meja dan kursi formal untuk menciptakan tampilan profesional.

2. Atur perangkat dengan rapi

siapkan semua yang Anda butuhkan; Alat, alat tulis, notebook, charger, air minum, dll. Susun semuanya dengan rapi di atas meja agar mudah diakses saat dibutuhkan, agar tidak mengganggu wawancara.

3. Pakaian yang pantas dan lengkap

Penampilan Anda dalam wawancara video sama pentingnya dengan penampilan Anda dalam wawancara tatap muka. Jadi, pastikan berpakaian dengan tepat dan rapi, dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Meski video wawancara biasanya hanya memperlihatkan bagian dada dan wajah, namun seringkali pewawancara meminta kandidat untuk berdiri agar seluruh tubuhnya terlihat. Jangan sampai Anda memakai sarung tangan!

4. Perhatikan postur tubuh dan bahasa tubuh

Melakukan wawancara dari rumah bukan berarti Anda boleh berbaring. Posisi Anda harus duduk tegak dan diam. Sama seperti wawancara tradisional, bahkan dalam wawancara online, bahasa tubuh dan gerak tubuh Anda juga akan menjadi faktor penilaian.

5. Bicaralah secara langsung dan jelas

Cara bicara yang lugas dan jelas sangat efektif untuk membuat Anda terlihat persuasif dan mengesankan. Selain itu, cara ini juga bisa memprediksi kualitas audio digital yang terkadang kurang jelas.

Kiat tambahan untuk wawancara video langsung

Dua hal yang harus diperhatikan dalam wawancara video langsung adalah kegelisahan dan rintangan teknis. Sepele kedengarannya, kedua hal ini memiliki potensi besar untuk menjatuhkan Anda. Karena itu, tips berikut harus diperhatikan:

1. Mengantisipasi masalah

Coba pikirkan, masalah apa yang bisa muncul dan merusak wawancara online? Kemudian lihat cara pencegahannya dan solusinya jika hal ini terjadi di kemudian hari. Beberapa contoh masalah umum termasuk kehilangan koneksi internet, kesalahan perangkat, orang menggesek layar untuk masuk ke layar, dan suara yang tidak terduga dari luar.

2. Tes

Ajak teman atau keluarga untuk melakukan obrolan video menggunakan platform, perangkat, dan penyedia internet yang akan Anda gunakan nanti. Selain memastikan kualitas koneksi internet Anda, pastikan juga Anda tahu cara mengoperasikan platform tanpa masalah.

3. Waspada dengan modifikasi tak terduga

Peramalan tidak menjamin bahwa masalah tidak akan terjadi. Dalam situasi ini, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah meminta maaf kepada lawan bicara atas ketidaknyamanannya. Setelah itu, segera selesaikan masalah tersebut agar tidak membuang waktu Anda.

4. Tenang

Kebanyakan orang cenderung gugup selama wawancara video. Format yang lugas karena selain tidak memiliki kesempatan untuk mengulang, banyak potensi rintangan yang bisa tiba-tiba muncul dan membuat wawancara gagal.

Padahal, stres sendiri bisa menyebabkan otak gagap dan mengganggu bahasa tubuh. Coba atur nafas dan tenangkan pikiran karena wawancara belum dimulai agar kamu bisa mengontrol diri dengan maksimal.

Kiat tambahan untuk wawancara video yang direkam

Sekilas, wawancara video yang direkam cenderung lebih mudah karena ada banyak waktu untuk diulangi jika terjadi kesalahan. Namun, justru inilah tantangan terbesarnya. Tenggat waktu yang tepat adalah niat perekrut untuk melihat seberapa banyak upaya yang Anda lakukan untuk mengerjakan pekerjaan rumah Anda.

Kunci sukses proses wawancara video rekaman adalah meluangkan waktu Anda untuk menghasilkan konten dengan kualitas terbaik. Dari sini akan menjadi jelas kandidat mana yang serius dan bermotivasi tinggi dan mana yang melakukan pekerjaan sederhana.

Agar lebih spesifik, praktikkan tips berikut ini:

1. Maksimalkan kualitas konten

Lokasi, pemandangan, pencahayaan, dan bahkan penampilan pribadi harus rapi dan menarik. Saat merekam, pastikan tidak ada gangguan seperti orang yang lewat, hewan peliharaan, atau suara dunia lain berencana.

2. Persiapan naratif

Jangan berbicara secara spontan. Pastikan untuk menulis cerita Anda terlebih dahulu. Kami membacanya berulang kali. Pastikan kalimatnya ringkas tetapi fokus dan berbobot. Simpan transkrip Anda agar Anda dapat berbicara dengan lancar selama rekaman tanpa terganggu oleh jeda.

3. Hindari pengeditan yang berlebihan

Tidak diragukan lagi bahwa editing diperlukan untuk memoles rekaman dan membuatnya terlihat lebih sempurna. Namun, jangan sampai pengeditan membuat video Anda terlihat tidak wajar. Sebaiknya batasi pengeditan untuk memastikan video Anda terlihat lebih jelas dan rapi.

4. Periksa kembali videonya

Putar video Anda dengan berbagai perangkat keras dan perangkat lunak untuk memastikan semuanya bagus dan lancar. Perhatikan lagi persyaratan format dan panjang file agar tidak ketinggalan. Verifikasi video tidak boleh terlalu dekat dengan batas waktu, jadi Anda masih memiliki kesempatan untuk mengoreksi jika ada kekurangan.

Proses wawancara video tidak jauh berbeda dengan wawancara tatap muka biasa. Hanya saja, diperlukan penyetelan yang lebih detail agar semuanya berjalan lancar.

Meski terlihat sederhana, banyak orang gagal melakukan wawancara video karena menganggapnya terlalu serius, baik selama persiapan maupun saat pelaksanaan. Ini bisa menjadi kesempatan emas bagi Anda untuk menjadi kandidat yang luar biasa. Jadi, lakukan yang terbaik dengan wawancara video Anda!